SAFARI PEMBINAAN PENGADILAN TINGGI AGAMA PALU DI EMPAT PENGADILAN AGAMA: "TERJEMAHKAN BERSIH DALAM ARTI YANG SELUAS-LUASNYA"
7-9 Juli 2026 – Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palu Y.M Dr. Drs. H. Syamsulbahri, S.H., M.H., melakukan safari pembinaan di empat Pengadilan Agama di wilayah hukum PTA Palu, yaitu PA Luwuk, PA Ampana, PA Poso, dan PA Parigi.
Dalam kegiatan ini beliau didampingi oleh Sekretaris PTA Palu Sutarno, S.H., M.H., Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian Agus Sukamto, S.Ag., serta perwakilan unsur kepaniteraan sekaligus Ketua Dharmayukti Karini Cabang Banding PTA Palu Dra. Hj. Aisyah. Kegiatan diawali dengan inspeksi mulai dari halaman hingga setiap ruangan kantor, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang mengingatkan kembali mengenai kewenangan Peradilan Agama serta kehati-hatian dalam penanganan perkara.
Menyinggung soal sarana dan prasarana (sarpras) beserta lingkungan kantor, Ketua PTA Palu mengingatkan agar sarpras yang ada dapat dipelihara dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Lingkungan kantor merupakan cerminan kondisi satuan kerja (satker). Bagian depan kantor adalah pandangan pertama bagi masyarakat yang lewat maupun pencari keadilan yang datang ke Pengadilan Agama. Oleh karena itu, masalah kebersihan lingkungan satker harus sangat diperhatikan.
"Jangan ada selembar daun terkecil pun terlihat berserakan di halaman kantor" tegasnya, beliau menambahkan bahwa masalah kebersihan sangatlah penting, bahkan dalam ilmu fikih (thaharah/bersuci) dibahas pada bab pertama. "Oleh karena itu, saya tekankan jagalah kebersihan dan terjemahkan 'bersih' itu dalam arti yang seluas-luasnya"
Menjaga kebersihan dalam arti yang seluas-luasnya juga mencakup bersih dari segala penyelewengan yang dikenal dengan integritas, serta bersih dari segi konsumsi yang masuk ke dalam tubuh aparatur "Jangankan yang kotor (haram), yang syubhat (barang-barang yang tidak jelas) pun harus dihindari. Sebab, apabila yang masuk ke dalam tubuh terselip sesuatu yang haram, hal itu akan berpengaruh bukan saja kepada diri sendiri, tetapi juga kepada generasi keturunannya" jelas beliau.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PTA Palu mengingatkan kembali tentang pentingnya kedisiplinan, peningkatan Kinerja Satker (Kinsatker), serta penggunaan anggaran dengan sebaik-baiknya. Sementara itu Hj. Aisyah dari unsur kepaniteraan mengingatkan agar pelaksanaan tugas di bagian kepaniteraan tidak keluar dari koridor aturan yang berlaku.
Safari pembinaan ini diakhiri di Pengadilan Agama Parigi, setelah sebelumnya dilaksanakan berturut-turut mulai dari Pengadilan Agama Luwuk, Pengadilan Agama Ampana, dan Pengadilan Agama Poso.



